Rabu, 11 Oktober 2017

Azas Perancangan Obat

ASAS PERANCANGAN OBAT


Menurut Undang-undang, yang dimaksud dengan obat adalah suatu bahan atau campuran bahan untuk dipergunakan dalam menentukan diagnosis, mencegah, mengurangi, menghilangkan, menyembuhkan penyakit atau gejala penyakit, luka atau kelainan badaniah atau rohaniah pada manusia atau hewan termasuk untuk memperelok tubuh atau bagian tubuh manusia.

A.    Pengertian Rancangan Obat
Penemuan obat adalah suatu proses target biologis yang berperan dalam perkembangan penyakit atau dimulai dari suatu molekul dengan aktivitas biologi yang menarik. Rancangan Obat adalah usaha untuk mengembangkan obat yang telah ada, yang sudah diketahui struktur molekul dan aktivitas biologisnya, atas dasar penalaran yang sistematik dan rasional, dengan mengurangi faktor coba-coba seminimal mungkin sehingga menghasilkan efek obat yang lebih baik.

B.     Tujuan dari rancangan obat
Tujuan perancangan obat adalah untuk mendapatkan obat dengan efek samping yang minimal (aman digunakan), bekerja lebih selektif, masa kerja yang lebih lama, dan meningkatkan kenyamanan pemakaian obat. proses elaborasi sistematik pada perancangan obat untuk mengembangkan lebih lanjut obat yang sudah ada, dengan tujuan mendapatkan obat baru dengan efek biologis yang diinginkan dan mengurangi atau menghilangkan efek samping yang ada, melalui manipulasi molekul.

C.      Langkah-langkah perancangan obat

1.      Mencari senyawa penuntun (lead compound)
      Yaitu senyawa yang dapat menimbulkan aktivitas biologis, seperti aksi terapeutik, aksi toksik, regulasi fisiologis, hormon, dan feromon, serta senyawa yang terlibat atau berpengaruh terhadap proses biokimia dan patologi pada hewan atau tumbuh-tumbuhan.

2.      Manipulasi molekul (modifikasi molekul atau modifikasi struktur)
Yaitu melakukan identifikasi strukrtur dan menguji aktivitas biologisnya. Gugus atau substituen yang disubsitusikan dapat dipilih dengan menggunakan metode Topliss, metode pencarian Fibonacci, metode Rangkaian optimisasi simpleks atau Analisis klaster. Jumlah senyawa yang disintesis tergantung dari metode yang digunakan.

3.      Merumuskan hubungan kuantitatif sementara antara struktur-aktivitas biologis dari senyawa yang jumlahnya terbatas dengan menggunakan statistik analisis regresi.
Yaitu Parameter sifat kimia fisika yang digunakan dalam HKSA model Hansch adalah parameter lipofilik seperti log P, f dan Rm, parameter elektronik, seperti pKa,π ∂, ∂i, ∂*, F, dan R, serta parameter sterik, seperti MR, (P), Es, L, dan B1-B5.

4.      Hasil analisis regresi kemudian dievaluasi dan merancang sejenisnya
Yaitu untuk mengembangkan dan menyempurnakan hubungan tersebut. Dilakukan pengamatan lagi untuk Senyawa yang akan digunakan ataupun disintesis agar mendapatkan senyawa yang lebih baik.

5.      Merancang penggunaan bentuk sediaan obat yang sesuai.
Yaitu dipilih bentuk sediaan yang sesuai dengan penyakitnya agar tidak
terjadi kesalahan pada saat mengonsumsi obat tersebut.

6.      Merancang aturan dosis yang sesuai
Yaitu suatu penyesuaian kembali aturan dosis yang dapat ditunjukkan dengan
pemantauan terapetik obat lebih lanjut.

7.      Evaluasi Klinik
Yaitu melibatkan ilmu Farmasetika, farmakologi, biokimia, toksikologi
dan kedokteran.

D.  Prosedur Pengembangan Obat
a.          Pembuatan sediaan homolog
b.         Mengganti bagian yang kurang penting dan mempertahankan gugus fungsi yang ada.
c.          Melakukan penyederhanaan struktur.
d.         Konversi produk alami.
e.          Modifikasi dengan petunjuk tetapan kimia fisika dari subtituen.
f.          Penggunaan prinsip isosterik
g.         penggantian gugus ester (COO) pada molekul prokain
h.    Memisahkan campuran isomer
i.     Pembentukan senyawa kembar
j.     Modifikasi molekul secara alami.
k.    Transformasi mikroba

 Sumber :
Siswandono, B.S. 1998. Prinsip-Prinsip Rancangan Obat. Surabaya:Airlangga University Press.
Syamsuni. 2006. Farmasetika Dasar dan Hitungan Farmasi. Jakarta: EGC.
http://dokumen.tips/documents/makalah-rancangan-obat-rasionaldocx.html 
/http://sutridamayana.blogspot.co.id/

Pertanyaan:
1.apa tujuan dilakukan peracangan obat ?
2. bagaimana cara menentukan lead compound suatu senyawa?
3. apa yang dimaksud rancangan obat?
4. apa yang dimaksud konversi produk alami dalam prosedur pengembangan obat?
5. bagaimana prinsip dari isosterik?



6 komentar:

  1. Saya ingin menjawab pertanyaan no 1
    tujuan perancangan obat adalah mendapatkan obat baru dengan aktivitas yang lebih baik dengan biaya yang layak  secarra ekonomi, kemudian berkembang  untuk  mendapatkan obat dengan efek samping yang minimum  (aman digunakan), bekerja lebih selektif, masa kerja yang lebih lama, dan meningkatkan kenyamanan pemakaian obat.

    BalasHapus
  2. 5. Menurut Grimm (1925) pasangan isosterik dihasilkan dari pergantian hibrida yang menyatakan bahwa penambahan atom H, suatu elektron sunyi, pada atom atau molekul yang kekurangan elektron pada orbital terluarnya (pseudo atom)

    BalasHapus
  3. Jawaban no 3 peracanganan obat
    Rancangan obat adalah usaha untuk mengembangkan obat yang telah ada, yang sudah diketahui struktur molekul dan aktivitas bioligisnya, atas dasar penalaran yang sistemik dan rasional, dengan mengurangi faktor coba-coba seminimal mungkin sehingga menghasilkan efek obat yang lebih baik

    BalasHapus
  4. saya akan menjawab pertanyaan no 1
    menurut artikel yang saya baca tujuan perancangan obat adalah mendapatkan obat baru dengan aktivitas yang lebih baik dengan biaya yang layak secarra ekonomi, kemudian berkembang untuk mendapatkan obat dengan efek samping yang minimum (aman digunakan), bekerja lebih selektif, masa kerja yang lebih lama, dan meningkatkan kenyamanan pemakaian obat.

    BalasHapus
  5. caranya kita dapat menemukan senyawa penuntun antara lain: Skrining acak, Uji metabolit, Mengeksplorasi efek samping, Studi proses dasar kehidupan, Analisis mekanisme aksi senyawa multipoten, Screening synthetic banks, Using someone else's lead, Penemuan tak terduga/tidak disengaja/secara kebetulan dalam penelitian/klinik serta Virtual screening.

    BalasHapus
  6. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus

Contoh obat turunan Fenotiazin (Thioridazine)

FENOTIAZIN THIORIDAZINE Thioridazine adalah obat untuk mengobati gangguan jiwa/mood tertentu (misalnya, skizofrenia). Obat i...