Kamis, 12 Oktober 2017

miconazole (efek samping obat dan mekanisme kerja)



MICONAZOLE





Miconazole adalah obat untuk mengatasi infeksi jamur yang menyerang bagian-bagian tubuh, seperti vagina, mulut, dan kulit. Gejala infeksi jamur umumnya meliputi rasa gatal, kemerahan, dan rasa perih pada bagian yang terinfeksi. Jika terjadi di mulut, penderita akan merasa tidak nyaman saat makan atau minum dan muncul bintik-bintik putih di dalam mulut. Dan jika infeksi jamur menyerang vagina, bisa menyebabkan keputihan atau cairan putih kental dan rasa gatal atau perih.

Struktur miconazole



Miconazole nitrat (Monistat) tidak diabsorbsi secara oral. Obat tersebut tersedia dalam bentuk krem 2 % dan larutan intravenous 1 %. Krem diulaskan dua kali sehari sedangkan yang intravenous diberikan setiap 8 jam dengan dosis 200-1200 mg.
Efek samping:


Pada kebanyakan orang, penggunaan obat ini tidak menimbulkan efek samping yang serius. Efek samping yang biasa ditimbulkan antara lain, rasa terbakar, tersengat, bengkak, iritasi, kemerahan, benjolan seperti-jerawat, dan pengelupasan pada kulit yang diobati. Beberapa reaksi alergi yang pernah dilaporkan, namun sangat jarang terjadi antara lain: ruam, gatal / bengkak (terutama wajah / lidah / tenggorokan), pusing berat, kesulitan bernapas. Segera menemui dokter untuk mendapatkan pertolongan medis apabila melihat gejala – gejala reaksi alergi yang serius seperti di atas.

Mekanisme kerja:
Miconazole mekanisme kerjanya dengan cara menghambat enzim cytochrome P 450 sel jamur, lanosterol 14 demethylase sehingga terjadi  kerusakan sintesa ergosterol dan selanjutnya terjadi ketidak normalan membran  sel. Sediaan dalam bentuk gel oral (20 mg/ml), digunakan 4 kali /hari setengah  sendok makan, ditaruh diatas lidah kemudian dikumurkan dahulu sebelum  ditelan.



Sumber:
Pedersen G.W. 1996. Buku Ajar Praktis Bedah Mulut. Jakarta: EGC.



Pertanyaan:
1. Reseptor apa yang terlibat pada mekanisme kerja miconazole?
2. Efek samping apa yang terjadi jika penggunaan miconazole dalam jangka panjang?
3. Apa penyebab terbentuknya jamur pada tubuh, seperti pada vagina, mulut, dan kulit?

9 komentar:

  1. menanggapi pertanyaan yang pertama, Miconazole berikatan receptor Nicotinate D-ribonucleotide phyrophsopate phosphoribosyltransferase, Nicotinic acid phosphoribosyltransferase, Nicotinate N-methyltransferase

    BalasHapus
    Balasan
    1. setuju, yang di sebutkan oleh dyah adalah jenis jenis dari enzim yang terlibat

      Hapus
  2. untuk pertanyaan yang kedua, Pada penggunaan jangka panjang miconazole bisa menyebabkan atrofi, striae, telangiectasias, sensasi kulit seperti terbakar, rasa gatal, iritasi, kulit kering, folikulitis, jerawat, hipopigmentasi, dermatitis perioral, dermatitis kontak alergi, infeksi sekunder, dan miliaria.

    BalasHapus
  3. Untuk pertanyaan ketiga, penyebab timbulnya jamur seperti pada vagina adalah Bakteri candida ini menghasilkan asam berlebih pada vagina yang menyebabkan bakteri lainya mati, Lalu terjadilah ketidakseimbangan mikroorganisme dalam vagina yang mengakibatkan pertumbuhan berlebih dari jamur candida, dan terlalu banyaknya jamur ini dalam vagina mengakibatkan vagina gatal, rasa panas, dan tanda – tanda lain infeksi jamur. Pertumbuhan jamur berlebih di vagina bisa disebabkan oleh konsumsi antibiotik yang penggunaannya mengakibatkan penurunan jumlah bakteri lactobacillus (bakteri baik) dalam vagina.
    Selain itu faktor perubahan PH (tingkat keasaman atau kebasaan) vagina, kehamilan, tidak terkontrolnya diabetes, gangguan sistem kekebalan tubuh, atau apapun yang mengubah jumlah bakteri yang biasanya hadir dalam vagina, seperti masalah iritasi dan kebersihan juga turut mengambil peran dalam terjadinya Infeksi jamur vagina.

    BalasHapus
    Balasan
    1. saya akan membantu menambahkan jawaban no 3

      Pemicu terjadinya Infeksi Jamur

      Ada beberapa pemicu yang dapat terjadinya infeksi jamur, yaitu :

      1.Lingkungan yang panas, lembab dan teriritasi.
      2.Keringat berlebihan karena berolahraga, setelah aktivitas yang banyak mengeluarkan keringat atau karena kegemukan..
      3.Friksi atau trauma minor, misalnya gesekan pada paha orang gemuk.
      4.Keseimbangan flora tubuh normal terganggu, antara lain karena pemakaian antibiotik, atau hormonal dalam jangka panjang.
      5.Penyakit tertentu, misalnya HIV/AIDS, dan diabetes.
      6.Kehamilan dan menstruasi. Kedua kondisi ini terjadi karena ketidakseimbangan hormon dalam tubuh sehingga rentan terhadap jamur.

      Hapus
  4. Efek samping apa yang terjadi jika penggunaan miconazole dalam jangka panjang adalah rasa gatal, iritasi,sensasi kulit seperti terbakar, kulit kering, bahakan dapat melemahkan tulang dengan penggunaan jangka panjang

    BalasHapus
  5. Menanggapi prtanyaan no 1, miconazole bekerja pd reseptor apa? Sptnya miconazole bkrja langsung membunuh jamur penyebab penyakit ya sonia, bisa dg cara membunuh langsung, bisa dg menghambat perkembangbiakannya. Mngkin spt itu yaa...

    BalasHapus
  6. Efek samping pada obat yang digunakan,akan menghasilkan. rasa gatal, iritasi,sensasi kulit seperti terbakar, kulit kering, bahakan dapat melemahkan tulang dengan penggunaan jangka panjang

    BalasHapus
  7. Efek samping pada obat yang digunakan,akan menghasilkan. rasa gatal, iritasi,sensasi kulit seperti terbakar, kulit kering, bahakan dapat melemahkan tulang dengan penggunaan jangka panjang

    BalasHapus

Contoh obat turunan Fenotiazin (Thioridazine)

FENOTIAZIN THIORIDAZINE Thioridazine adalah obat untuk mengobati gangguan jiwa/mood tertentu (misalnya, skizofrenia). Obat i...