Selasa, 10 Oktober 2017

Analgetika



ANALGETIKA

A.      Pengertian Analgetika
Analgestika adalah bekerja di sistem saraf pusat (SSP) digunakan untuk mengurangi rasa sakit tanpa mempengaruhi kesadaran. Analgetika bekerja dengan meningkatkan nilai ambang persepsi rasa sakit. 
B.     Golongan Analgetika
1.        Analgetika Narkotik
Analgetika narkotik adalah menekan fungsi sistem saraf pusat secara selektif, digunakan untuk mengurangi rasa sakit, seperti rasa sakit yang disebabkan oleh penyakit kanker, serangan jantung akut, sesudah operasi dan kolik usus atau ginjal.

Ø Mekanisme kerja
Efek analgesik dihasilkan oleh adanya pengikatan obat dengan sisi reseptor khas pada sel dalam otak dan spinal cord. Rangsangan reseptor juga menimbulkan efek euforia dan rasa mengantuk.

Menurut Beckett dan Casy, reseptor turunan morfin mempunyai tiga sisi yang
sangat penting untuk timbulnya aktivitas analgesik yaitu:
1. Struktur bidang datar, yang mengikat cincin aromatic obat melalui ikatan
    van der Waals
2. Tempat anionik, yang mampu berinteraksi dengan muatan positif obat
3. Lubang dengan orientasi yang sesuai untuk menampung bagian –CH2-CH2-
    dari proyeksi cincin piperidin yang terletak di depan bidang yang mengandung
    cincin aromatic dan pusat dasar.

Ø Penggolongan
A. Turunan Morfin
·         Fenolik OH
Metilasi gugus fenolik OH dari morfin akan mengakibatkan penurunan aktivitas analgesik secara drastis. Gugus fenolik bebas adalah sangat krusial untuk aktivitas analgesik.



·         6-Alkohol



         Analog morfin menunjukkan kemampuan untuk mencapai reseptor lebih efisien dibandingkan dengan morfin itu sendiri. Hal ini disebabkan karena reseptor analgesik terletak di otak dan untuk mencapai otak, obat harus melewati sawar darah otak. untuk mencapai otak, maka terlebih dahulu harus melewati barier ini. Dimana barier bersifat polar yang sulit menembus membran
·         Ikatan Rangkap pada C7 dan C8



analog dihidromorfin menunjukkan bahwa ikatan rangkap tidak penting untuk aktivitas analgesik.
·         Gugus N-Metil





Gugus NH lebih polar dibandingkan dengan gugus N-metil tersier sehingga menyulitkannya dalam menembus sawar darah otak akibatnya akan menurunkan aktivitas analgesik.

·      Cincin Aromatik
Cincin A dan nitrogen dasar adalah mempunyai efek untuk μ agonis, akan tetapi jika hanya kedua komponen ini saja, tidak akan cukup juga untuk menghasilkan aktivitas, sehingga penambahan gugus farmakofor diperlukan. Substitusi pada cincin aromatik juga akan mengurangi aktivitas analgesik.

·         Jembatan Eter
Pemecahan jembatan eter antara C4 dan C5 akan munurunkan aktivitas.

·         Stereokimia
Ketika morfin disintesis, dibuat sebagai sebuah rasemat dari campuran enansiomer alami dan bagian mirrornya. Selanjutnya dipisahkan dan “Unnatural” morfin dites aktivitas  analgesiknya dimana hasilnya tidak menunjukkan aktivitas.
Hal ini disebabkan karena interaksi dengan reseptornya dimana telah diidentifikasi bahwa setidaknya ada tiga interaksi penting melibatkan fenol, cincin aromatik dan amida pada morfin. Reseptor mempunyai gugus ikatan komplemen yang ditempatkan sedemikian rupa sehingga mampu berinteraksi dengan ketiga gugus tadi. Sedangkan pada “Unnatural” morfin hanya dapt terjadi satu interaksi resptor dalam sekali waktu.



perubahan stereokimia di bahkan satu pusat kiral dapat mengakibatkan perubahan bentuk yang drastis, sehingga mustahil bagi molekul untuk berikatan dengan reseptor analgesik.

·         Penghilangan Cincin E
mengakibatkan kehilangan seluruh aktivitas, hal ini menunjukkan pentingnya nitrogen untuk aktivitas analgesik.




·         Penghilangan Cincin D
Penghilangan jembatan oksigen memberikan serangkaian senyawa yang disebut morphinan yang memiliki aktivitas analgesik yang bermanfaat.








·         Pembukaan Cincin C dan D
akan menghasilkan gugus senyawa yang dinamakan benzomorphan yang mempertahankan aktivitas analgesik.





·         Penghilangan Cincin B, C, dan D
menghasilkan senyawa 4-phenylpiperidine yang memiliki aktivitas analgesik.



·         Penghilangan Cincin B,C,D, dan E
menghasilkan senyawa analgesik yaitu methadone.


B.     Turunan Meperidin
C.     Turunan Metadon




1.       Analgetika Non Narkotik
digunakan untuk menurunkan suhu badan pada keadaan panas badan yang tinggi dan sebagai antiradang untuk pengobatan rematik. Analgetika non narkotik bekerja pada perifer dan sentral sistem saraf pusat.

Ø Mekanisme Kerja
a.       Analgesik
menghambat secara langsung dan selektif enzim-enzim pada system saraf pusat yang mengkatalis biosintesis prostaglandin, seperti siklooksigenase, sehingga mencegah sensitisasi reseptor rasa sakit oleh mediator-mediator rasa sakit, seperti baradikinin, histamin, serotonin, prostasiklin, prostaglandin, ion-ion hidrogen dan kalium, yang dapat merangsang rasa sakit secara mekanis atau kimiawi.

b.      Antipiretik
Meningkatkan eliminasi panas, pada penderita dengan suhu badan tinggi, dengan cara menimbulkan dilatasi buluh darah perifer dan mobilisasi air sehingga terjadi pengenceran darah dan pengeluaran keringat.

c.       Antiradang
Menghambat biosintesis dan pengeluaran prostaglandin dengan cara memblok secara terpulihkan enzim siklooksigenase sehingga menurunkan gejala keradangan.

Ø Penggolongan
11.   Analgetik-Antipiretik 
           - Turunan Anilin dan para-Aminofenol

22.  Obat Antiradang Bukan Steroid
- Turunan asam salisilat
- Turunan Asam N-Arilantranilat




Pertanyaan:
1. Jelaskan turunan dari meridin?
2. Jelaskan turunan dari metadone?
3. Kenapa analgetik dikatakan obat anti nyeri?
4. Apakah analgetik bisa dikonsumsikan secara bersamaan dengan obat lain?
5. Bagaimana efek jika penggunaan analgetik secara berlebihan?
6. Bagaimana mekanisme Penghilangan Cincin B,C,D, dan E pada turunan morfin?
7.  reseptor apa yang bekerja pada analgetika narkotik dan non narkotik?
8. sebutkan salah satu contoh dari analgetik narkotik dan non narkotik?
9. Bagaimana cara memilih analgetik yang baik berdasarkan rasa nyerinya?




Sumber:

Patrick, Graham. 1995. An Introductin To Medicinal Chemistry. New York: Oxford University Press.

Siswandono dan B. Soekardjo. 2008. Kimia Medisinal. Surabaya: Airlangga
University Press.




20 komentar:

  1. mengenai pertanyaan no.2, Pada tahun 1945 Ehrhart, Bockmuhl dan Schaumann telah mensintesis analgetika metadon dan mengujinya secara farmakologik. Kerja analgetik ini ditemukan secara kebetulan. Metadon bersifat optis-aktif dan biasanya digunakan dalam bentuk garam HCl. Meskipun tidak mempunyai cincin piperidin, tetapi turunan metadon dapat membentuk cincin bila dalam larutan atau cairan tubuh karena ada daya tarik menarik antara basa N dengan gugus karbonil

    contoh obat turunan metadon ada metadon, levanon, isometadon, asetilmetadol dan propoksifen.

    obat-obat ini memberikan Efek analgetika, 2 x morfin, 10x meperidin tapi
    toksisitasnya 3 – 10 kali morfin. Turunan metadon
    digunakan sebagai obat pengganti morfin untuk
    pengobatan kecanduan turunan morfin, karena dapat menimbulkan efek analgetik seperti morfin, tetapi efek addiksinya lebih rendah.
     

    BalasHapus
  2. untuk pertanyaan no. 7 yang saya ketahui hanya reseptor pada analgetik narkotik saja, yaitu reseptor mu, kappa dan delta.

    BalasHapus
  3. sedangkan untuk pertanyaan no.8 contoh analgetik narkotik berupa morfin, kodein, heroin. dan contoh analgetik Non-narkotik adalah paracetamol, ibuprofen, asam mefenamat

    BalasHapus
  4. hai sonia, jawaban no 8 obat narkotik seperti metado, fentanil, kodein. sedangkan non narkotik seperti asam mefenamat, aspirin

    BalasHapus
  5. mengenai soal nomor 8, obat narkotik seperti morfin, metadon dan petidin sedangkan obat non narkotik seperti metampiron, pct dan asetosal.

    BalasHapus
    Balasan
    1. saya akan menambahkan jawaban maliza
      obat golongan narkotik morfin, kodein
      golongan non narkotik ibuprofen ,asam mefenamat

      Hapus
  6. Hai son, saya akan mencoba mnjawab no 3, yaitu karena mekanisme kerjanya yaitu dapat menghambat sintase PGS di tempat yang sakit/trauma jaringan. Sehingga dapat mengurangi atau menghilangkan rasa nyeri

    BalasHapus
    Balasan
    1. saya setuju dengan pendapat saudari fiolita, jadi disini saya hanya menambahkan saja , analgetik dikatakan sebagai antinyeri karena pengertian dari analgesik itu sendiri adalah obat yang mengurangi atau menghilangkan rasa nyeri tanpa menghilangkan kesadaran. Kemudian dilihat juga dari mekanisme kerjanya yang menghambat nyeri, berikut penjelasannya.
      Mekanisme kerja penghambatan rasa nyeri ada 3 yaitu :
      1. Merintangi pembentukan rangsangan dalam reseptor rasa nyeri, seperti pada anastesi local
      2. Merintangi pembentukan rangsangan neri dalam saraf sensoris, seperti pada anastesi local
      3. Blockade rasa nyeri pada system saraf pusat seperti pada analgetik sentral dan anastesi umum

      Hapus
  7. Jawaban no 2 Turunan Metadon
    Contoh : metadon. Metadon mempunyai aktivitas analgetik 2 kali morfin dan 10 kali petidin. Seperti petidin, metadon sering digunakan untuk pengobatan kecanduan morfin karena mempunyai efek analgetik seperti morfin namun tidak menyebabkan ketergantungan.

    BalasHapus
  8. terkait nmr 4
    analgetik narkotika mnrt saya jika sudah di konsumsi tdk perlu dikombinasi dgn analgetik non narkotika

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya saya setuju, apabila analgetik narkotik dan yg non narkotik di kombinasi akan meningkatkan efek toksik yang membahayakan tubuh

      Hapus
  9. saya akan mnjaawaban no 8
    contoh dr analgetik narkotika : codein,fentanil,metadon dll
    contoh dari analgetik non narkotika : pct,ibuprofen,asam mefenamat dll

    BalasHapus
  10. Jawaban nomor 8 adalah :
    1. Penggolongan analgetik narkotik :
    Alkaloid alam.
    Contoh : morfin dan kodein.
    Derivat semi sintesis
    Contoh : heroin
    Derivate sintetik
    Contoh : metadon, fentanil
    Antagonis morfin
    Contoh : nalorfin , nalokson, pentazocin

    2. Analgetik non narkotik : Ibuprofen, Aspirin, Asam mefenamat, Dikofenak, Ketorolak, Meloxicam, Indometasin, dan lain-lain.

    BalasHapus
  11. cara memilih analgetik yang baik berdasarkan rasa nyerinya yaitu :
    golongan analgetik narkotik untuk mengobati rasa nyeri sedang sampai kuat sedangkan golongan analgetik non narkotik dapat mengobati rasa nyeri yang ringan sampai sedang.

    BalasHapus
  12. untuk no.3 karena analgetik ini bekerja di sistem saraf pusat (SSP) digunakan untuk mengurangi rasa sakit tanpa mempengaruhi kesadaran. Analgetika bekerja dengan meningkatkan nilai ambang persepsi rasa sakit.

    BalasHapus
  13. efek penggunaan berlebihan dapat menyebabkan keracunan, hepatotoksik, dan pada golongan narkotik dapat berefek sedasi

    BalasHapus
  14. saya akan menjawab pertanyaan no. 8
    contoh analgetik narkotik yaitu : morfin, dionin,heroin
    contoh analgetik non narkotik: fenilbutazon, ketoprofen

    BalasHapus
  15. 3. Karena analgetik dapat menghalangi penyampaian impuls nyeri sehingga nyeri yang dirasakan akan hilang

    BalasHapus
  16. untuk pertanyaan no 2 yaitu Contoh : metadon. Metadon mempunyai aktivitas analgetik 2 kali morfin dan 10 kali petidin. Seperti petidin, metadon sering digunakan untuk pengobatan kecanduan morfin karena mempunyai efek analgetik seperti morfin namun tidak menyebabkan ketergantungan.

    BalasHapus
  17. Analgetik dikatakan sebagai obat nyeri hal ini berkaitan dengan mekanisme kerja dari analgetik yang bekerja pada cox 1&2 dimana cox bertangung jawab untuk memproduksi prostaglandin sebagai agen penyampai nyeri pada otak,sehingga apabila analgetik yang bekerja menghambat cox maka tidak akan terbentuk prostaglandin dan tidak ada senyawa yang menyampaikan pesan nyeri pada otak dan nyeri tidak akan tersampaikan

    BalasHapus

Contoh obat turunan Fenotiazin (Thioridazine)

FENOTIAZIN THIORIDAZINE Thioridazine adalah obat untuk mengobati gangguan jiwa/mood tertentu (misalnya, skizofrenia). Obat i...